Archive for August, 2009

Dinding Gudang menggunakan M-System

Tuesday, August 18th, 2009

msystem murinda2
Mengacu dari puasnya si pemilik proyek (H.M. Sampoerna) terhadap hasil uji (test) tekanan dan kebocoran gas untuk ruang Fumigasi di gudang tembakaunya ketika dinding ruang tersebut di pugar (sebelumnya memakai dinding bata) menjadi dinding M-System, PT. Murinda (atas perintah H.M Sampoerna) kembali mempercayakan dinding gudangnya menggunakan material M-System. Untuk proyek yang kedua ini, Owner menggunakan M-System sebagai dinding seluruh gudang yang baru di bagun (proyek sebelumnya hanya dinding ruang fumigasi).

Kecepatan pemasangan, hasil yang bagus (presisi dan kekedapan) merupakan faktor utama dalam owner dalam menentukan penggantian material dinding ini. Sebagai informasi bahwa spek teknis sebelumnya yang harus kontraktor kerjakan (PT. Murinda) adalah dinding bata biasa.

Unsur lain yang menjadi pertimbangan dari owner bahwa dengan menggunakan dinding dari M-System, kestabilan suhu udara akan lebih mudah untuk dijaga. Kestabilan suhu ini adalah efek dari material PolyStyrene yang terdapat dalam dinding M-System

Penggunaan U Gutter semakin populer di Surabaya

Tuesday, August 18th, 2009

u-gutterMerasa senang, dan bangga plus salut kepada pemerintah Surabaya yang telah mencoba untuk merubah ‘mind set’ dalam pembuatan saluran. Terlihat dari tender pemkot yang telah dibuka, trend penggunaan produk precast sudah mulai menggeser penggunaan batu kali (menilik tender 2 tahun terakhir).

Sudah bukan saatnya kita menggunakan (membuat proyek) untuk saluran dengan batu kali. Sudah bukan saatnya mencari “yang pokoknya murah”, dalam urusan utilitas kota. It’s time to change!
Kualitas, dan durability adalah faktor utama dalam pembangunan utilitas, karena tidak bisa di pungkiri bahwa biaya pemeliharaan dan perbaikan adalah jauh lebih besar daripada pembuatan awal.

Terlebih lagi ditunjang dengan kondisi ‘traffict’ dari kota surabaya yang sudah sangat padat, memaksa pemerintah untuk ‘tidak terlalu lama’ menutup jalan hanya karena memperbaiki utilitas kota (terutama saluran). Bisa anda bayangkan jika gorong-gorong manual di buat di daerah jl. Ahmad Yani, maka efek ekonomi dan psikologis akan sangat terasa. Macet!. Karena jika menggunakan saluran batukali atau cor setempat, butuh minimal 14 hari tuk mampu menahan beban kendaraan.

Sayang sekali, kota kelahiranku (Malang) masih belum ‘meniru’ jejak langkah pemkot Surabaya. Di Malang, trend yang ada adalah saluran batu kali. Murah meriah, dan ketika ruas jalan di tutup untuk waktu yang lama, warga tidak terlalu ‘protes’, karena toh lalulintas kendaraan disana tidak terlalu padat, dan juga masih banyak ‘jalan tikus’ yang bisa di lalui. Entah kapan Pemkot Malang merubah mindset mereka.