Posts Tagged ‘Awal’

Precast half Arch Culvert sebagai percepatan proyek

Thursday, October 29th, 2009
Simulasi bentuk arch culvert ketika di install

Simulasi bentuk arch culvert ketika di install

Desain awal dari konsultan untuk Arch Culvert Kali Kuning di Bandara Adi Sucipto Yogya ini adalah cast in site. Jadi penulangan yang di gunakan adalah menyatu, dengan sistem join arch dengan pondasi menggunakan asumsi jepit penuh. Ketika terbentur dengan adanya percepatan proyek, penggunaan desain manual ini akan sedikit menyulitkan kontraktor pelaksana, karena mereka harus merakit besi, memasang bekisting lengkung (ini tidak mudah), dan masih banyak faktor lain yang membuat proyek ini sedikit lambat, karena sangat butuh ketelitian dan kerapian dalam pengerjaan.

Alternatif lain yang bisa diggunakan adalah menggunakan produk beton pracetak. Ada dua kemungkinan yang bisa di lakukan, yaitu menggunakan FULL PRECAST (semua arch culvert menggunakan precast), atau dengan menggunakan sistem half slab (1/2 ketebalan arch culvert menggunakan beton pracetak, sekaligus sebagai bekisting bawah). Setelah melalui kajian teknis antara Owner, Kontraktor dan Konsultan perencana, akhirnya sistem Half Slab yang digunakan untuk proyek ini.

Tidak ada sistem khusus di sini (perubahan dari full cast in site menjadi half slab), karena sistem dan asumsi perhitungan masih menggunakan desain cast in site, dengan sistem join di pondasi (antara arch culvert dan pondasi) menggunakan asumsi jepit-jepit.

Penggunaan U Gutter semakin populer di Surabaya

Tuesday, August 18th, 2009

u-gutterMerasa senang, dan bangga plus salut kepada pemerintah Surabaya yang telah mencoba untuk merubah ‘mind set’ dalam pembuatan saluran. Terlihat dari tender pemkot yang telah dibuka, trend penggunaan produk precast sudah mulai menggeser penggunaan batu kali (menilik tender 2 tahun terakhir).

Sudah bukan saatnya kita menggunakan (membuat proyek) untuk saluran dengan batu kali. Sudah bukan saatnya mencari “yang pokoknya murah”, dalam urusan utilitas kota. It’s time to change!
Kualitas, dan durability adalah faktor utama dalam pembangunan utilitas, karena tidak bisa di pungkiri bahwa biaya pemeliharaan dan perbaikan adalah jauh lebih besar daripada pembuatan awal.

Terlebih lagi ditunjang dengan kondisi ‘traffict’ dari kota surabaya yang sudah sangat padat, memaksa pemerintah untuk ‘tidak terlalu lama’ menutup jalan hanya karena memperbaiki utilitas kota (terutama saluran). Bisa anda bayangkan jika gorong-gorong manual di buat di daerah jl. Ahmad Yani, maka efek ekonomi dan psikologis akan sangat terasa. Macet!. Karena jika menggunakan saluran batukali atau cor setempat, butuh minimal 14 hari tuk mampu menahan beban kendaraan.

Sayang sekali, kota kelahiranku (Malang) masih belum ‘meniru’ jejak langkah pemkot Surabaya. Di Malang, trend yang ada adalah saluran batu kali. Murah meriah, dan ketika ruas jalan di tutup untuk waktu yang lama, warga tidak terlalu ‘protes’, karena toh lalulintas kendaraan disana tidak terlalu padat, dan juga masih banyak ‘jalan tikus’ yang bisa di lalui. Entah kapan Pemkot Malang merubah mindset mereka.

Pemasangan RCBC 3.5m x 4m Banyu Urip Surabaya

Wednesday, April 22nd, 2009

Tadi malam, 21 April 2009 jam 21.00, kami tim dari PT. LISA CONCRETE INDONESIA turut mengawasi ‘hajatan besar’ dari Pemkot Surabaya untuk memasang Box Culvert di Banyu Urip. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, PT. Rudy Jaya mengagendakan ‘peletakan pertama’ Box Culvert adalah jam 10 malem hari ini (red : kemarin malem), itu sebabnya kami berbondong2 ikut menyaksikan, dan juga sedikit ‘urun embug’ penyelesaian yang ada di lapangan ketika pemasangan.

Sejak pagi hari, armada truk berisi Box Culvert tersebut telah meluncur dari Pabrik PT. LISA (Ngoro-Mojokerto) menuju lokasi proyek di Banyu Urip. Berita yang diterima oleh staff marketing di kantor PT. LISA pada sore harinya menyatakan bahwa seluruh armada ’sudah siap’, dan sudah antri di pintu tol.
Apa anda melihatnya??

Balik lagi ke proses tadi malam, Alhamdulillah pemasangan box berjalan dengan lancar. Pt. Rudy Jaya yang sudah piawai dalam urusan proyek besar telah menunjukkan kualitasnya disini. Memang pemasangan box culvert 2 shell memiliki kesulitan tersendiri tertutama masalah kepresisian install, dan PT. Rudy Jaya juga mengalami itu. (Ini mah normal!!), toh semua kesulitan itu hanya datang di awal saja, pada akhirnya PROBLEM SOLVED!

Pemasangan Box Culvert Banyu Urip Surabaya

Pemasangan Box Culvert Banyu Urip Surabaya

Tantangan kedua dari proses pemasangan box culvert banyu urip ini adalah pemasangan top component dari RCBC. Tantangan ini dimulai dari produk yang dikirim oleh PT. LISA di truk ditaruh dengan posisi U (”melumah”), dan bukan dengan posisi tengkurap seperti posisi yang seharusnya nati dipasang.

Mengapa PT. LISA mengirim Top RCBC dengan cara ini??
“Untuk masalah keamanan di jalan (kuatir terguling , dll), lebih baik kita ‘loading’ dengan posisi U”, ujar Mr. Andrijanto (Orang nomer 1 di Pabrik PT. LISA)

Dengan sedikit ’share’ pengalaman kami kepada PT. Rudy Jaya kontraktor dalam ‘membalik’ top component RCBC, dan ditunjang oleh kepiawaian operator crane mereka, problem inipun teratasi dengan mudah. Proses Selanjutnya adalah tinggal memasang Top Component itu diatas Bottom Component yang telah di install sebelumnya.

Pagi ini (baru saja) Mr. Budi (Chief Marketing PT. LISA) menyempatkan diri untuk mengecek bagaimana kondisi terakhir dari pemasangan Box Culvert di Banyu Urip ini, dan berikut adalah foto terakhir (paling fresh) yang menunjukkan bahwa 16 ‘rit’ Box Culvert Banyu Urip
yang telah dikirim sudah 90% terinstall. Dan laporan beliau juga menyatakan bahwa Jalan Banyu Urip sudah ‘dibuka’ kembali.

Pemasangan Box Culvert Banyu Urip Surabaya

Pemasangan Box Culvert Banyu Urip Surabaya