Posts Tagged ‘Bisa’
Friday, October 30th, 2009

Kemarin, 29 Oktober 2009, 2 truk engkel dari Pabrik PT. Lisa Concrete Indonesia sudah sampai di lokasi proyek (Bandara Adisucipto Yogyakarta). Menurut keterangan Mbun (supir truk), mereka sampai di lokasi jam 9 malam. 2 truk ini merupakan ‘klter’ pertama dari serangkaian barang yang di ‘deliver’ ke lokasi dari pabrik PT. Lisa, selanjutnya masih ada sekitar 3 Trailer yang akan menyusul.
Sesuai dengan ’schedule’ awal dari PT. Adhi Karya (kontraktor), rencana pemasangan precast akan dilakukan hari ini (31 Okt 2009). Akan tetapi ada kemunkinan bahwa precast baru bisa di ‘install’ malam nanti, atau bahkan besok pagi. Sekarang masih menunggu kedatangan 2 Crane kapasitas besar untuk install produk, dan 1 Crane kecil untuk menurunkan Precast dari truk.

Meninjau dari lokasi pemasangan, lokasi tersebut sudah siap. Sudah ada ‘guidance’ untuk lokasi precast, dan ‘overstek’ yang keluar dari pondasi juga sudah tertata dengan baik oleh PT. Adhi Karya. Tinggal menunggu si ‘gajah’ (crane) datang ke lokasi, dan segera melakukan installasi Precast Arch Culvert.
Laporan berikutnya akan menyusul.
Tags: Akan, Arch, Bandara Adisucipto, Besok, Bisa, Concrete, Crane, Datang Ke, Gajah, Guidance, Hari Ini, Indonesia, Juga, Kontraktor, Masih Ada, Siap, Truk
Posted in Featured, arch culvert | No Comments »
Thursday, October 29th, 2009

Simulasi bentuk arch culvert ketika di install
Desain awal dari konsultan untuk Arch Culvert Kali Kuning di Bandara Adi Sucipto Yogya ini adalah cast in site. Jadi penulangan yang di gunakan adalah menyatu, dengan sistem join arch dengan pondasi menggunakan asumsi jepit penuh. Ketika terbentur dengan adanya percepatan proyek, penggunaan desain manual ini akan sedikit menyulitkan kontraktor pelaksana, karena mereka harus merakit besi, memasang bekisting lengkung (ini tidak mudah), dan masih banyak faktor lain yang membuat proyek ini sedikit lambat, karena sangat butuh ketelitian dan kerapian dalam pengerjaan.
Alternatif lain yang bisa diggunakan adalah menggunakan produk beton pracetak. Ada dua kemungkinan yang bisa di lakukan, yaitu menggunakan FULL PRECAST (semua arch culvert menggunakan precast), atau dengan menggunakan sistem half slab (1/2 ketebalan arch culvert menggunakan beton pracetak, sekaligus sebagai bekisting bawah). Setelah melalui kajian teknis antara Owner, Kontraktor dan Konsultan perencana, akhirnya sistem Half Slab yang digunakan untuk proyek ini.
Tidak ada sistem khusus di sini (perubahan dari full cast in site menjadi half slab), karena sistem dan asumsi perhitungan masih menggunakan desain cast in site, dengan sistem join di pondasi (antara arch culvert dan pondasi) menggunakan asumsi jepit-jepit.
Tags: Ada, Adi Sucipto, Antara, Arch, Awal, Bandara, Bekisting, Beton Pracetak, Bisa, Butuh, Dua, Full Cast, Kali, Karena, Lain, Masih, Sangat, Sini, Yogya
Posted in Featured, arch culvert | No Comments »
Tuesday, August 18th, 2009
Merasa senang, dan bangga plus salut kepada pemerintah Surabaya yang telah mencoba untuk merubah ‘mind set’ dalam pembuatan saluran. Terlihat dari tender pemkot yang telah dibuka, trend penggunaan produk precast sudah mulai menggeser penggunaan batu kali (menilik tender 2 tahun terakhir).
Sudah bukan saatnya kita menggunakan (membuat proyek) untuk saluran dengan batu kali. Sudah bukan saatnya mencari “yang pokoknya murah”, dalam urusan utilitas kota. It’s time to change!
Kualitas, dan durability adalah faktor utama dalam pembangunan utilitas, karena tidak bisa di pungkiri bahwa biaya pemeliharaan dan perbaikan adalah jauh lebih besar daripada pembuatan awal.
Terlebih lagi ditunjang dengan kondisi ‘traffict’ dari kota surabaya yang sudah sangat padat, memaksa pemerintah untuk ‘tidak terlalu lama’ menutup jalan hanya karena memperbaiki utilitas kota (terutama saluran). Bisa anda bayangkan jika gorong-gorong manual di buat di daerah jl. Ahmad Yani, maka efek ekonomi dan psikologis akan sangat terasa. Macet!. Karena jika menggunakan saluran batukali atau cor setempat, butuh minimal 14 hari tuk mampu menahan beban kendaraan.
Sayang sekali, kota kelahiranku (Malang) masih belum ‘meniru’ jejak langkah pemkot Surabaya. Di Malang, trend yang ada adalah saluran batu kali. Murah meriah, dan ketika ruas jalan di tutup untuk waktu yang lama, warga tidak terlalu ‘protes’, karena toh lalulintas kendaraan disana tidak terlalu padat, dan juga masih banyak ‘jalan tikus’ yang bisa di lalui. Entah kapan Pemkot Malang merubah mindset mereka.
Tags: Ahmad Yani, Awal, Bangga, Bisa, Disana, Jalan Tikus, Jika, Kota Surabaya, Maka, Pemkot Malang, Populer, Precast, Protes, Ruas, Sangat, Sayang, Senang, Terasa, Urusan, Utilitas
Posted in opini | No Comments »
Wednesday, February 25th, 2009
Dua hari kemaren, ada pesanan dari marketing kepadaku. “Tolong buatin cover dengan lebar 1,2m tebal 20 cm dan pias 0,5 m an. Tulangan utama D16, tulangan bagi D13″.
Busyet!!
Cover bentang 1,2m pakai besi D16.
“iki opo-opo annn!!”.
“iki di lewati opo pak!!”
Ternyata menurut info dari marketing, si pengawas lapangan minta tuk desain beban gandar 50 ton!.
“Ini kendaraan apa an,.. bisa gandar 50 Ton!!”
Akan tetapi, buat apa aku ngeyel banget?
Si pembeli minta nya seperti itu, tinggal aku kasih gambar,.. keluar penawaran,.. dan toh akhirnya mereka (pembeli) mampu membayar. No problemo about overo designo!!
Tapi kalo mau nyelidiki dikit,.. berhubung cover ini digunakan untuk tutup saluran di area DERMAGA,.. sapa tau aja emang ada kendaraan ‘khusus’ yang emang beneran gandarnya 50 ton! Itu pun dengan asumsi bahwa kendaraan ‘khusus’ itu hanya hilir mudik di area DERMAGA,.. Soalnya kalo sampe dia keluar ke jalan umum,… pasti bikin geger!!. Karena jalan akan pada hancur,.. dan pasti deh ke jebur ke sungai (karena jembatannya ambrol)
Tags: 2m, Aja, Bikin, Bisa, Deh, Desain, Dua, Geger, Karena, Mampu, Minta, Mudik, Pasti, Pias, Problemo, Pun, Sapa, Tapi, Toh, Tuk
Posted in Featured, cover | 2 Comments »
Monday, February 23rd, 2009
Rungkut Asri Tengah dipasang Reinforce Concrete Box Culvert?
Akhirnya, jumat kemaren selesai juga gambar tuk produksi Box Culvert 1500/1200 – 1200. (Lebar 1,5m tinggi 1,2m dan pias 1,2m). Menurut si pemesan sih (PT. DIATASA) katanya untuk lokasi Rungkut Asri tengah. Anda tahu lokasinya??, Kali aja deket ama rumah sampeyan, ato mungkin adalah jalan yang bakalan anda lalui setiap harinya. Semoga dengan adanya Box Culvert ini (atau anda sebut gorong-gorong?) akan membuat perjalanan anda lebih baik lagi (walaupun pada proses pembangunan akan sedikit mengurangi kenyamanan).
Biasa lah,… Setiap perubahan dan pembangunan, pasti ada yang dirugikan untuk sementara, akan tetapi jika anda bisa mengikhlaskan itu, toh pada akhirnya itu akan menjadikan surabaya lebih baik lagi. Mohon anda berbesar hati ( ci ileeee)
Yang sedikit bikin ajaib nih,.. desain penulangan ini sedikit kegedean (asumsi pribadi). Mungkin si konsultan perencana memperhitungkan lifetime yang lebih lama, dan juga safety factor yang lebih gede. Toh pada akhirnya pihak Dinas (owner) menyetujui desain mereka, so tugas saya tinggal terjemahkan desain si konsultan menuju gambar produksi tuk secepatnya di proses.
Untuk RCBC 1,5 x 1,2 m mah relatif produk kecil bagi kami (PT. LISA), untuk ukuran seperti itu sudah menjadi ‘makanan kecil’ bagi kami (itu jika menilik dari Box yg pernah kami buat selebar 8m). Dan kebetulan, untuk crossing di jl. rungkut asri tengah itu juga tidak terlalu banyak jumlahnya. Tapi gpp lah,.. namanya juga rejeki, yang penting pabrik tetep bisa berjalan,… dan saya tetep dapet gaji
)
Ups,..
Anda dah tahu PT. LISA khan??
Kalo anda di Surabaya, dan belom pernah denger PT. LISA,.. yo kebangeten rek!!!
Tags: Ajaib, Asri, Belom, Bikin, Bisa, box culvert, Concrete Box Culvert, Denger, Desain, Gede, Jika, Kalo, Konsultan, Mohon, Pasti, Pias, Rek, Rumah, Safety Factor, Sih, Surabaya, Toh
Posted in Featured, M System | 2 Comments »