Posts Tagged ‘Karena’

Pemasangan Perdana Arch Culvert

Friday, November 6th, 2009

DSC_0226
Rabu pagi, tanggal 4 November 2009 saya mendapat telpon dari pihak Adhi Karya (kontraktor proyek Arch Culvert Bandara Adi Sucipto), bahwa Crane ke dua sudah sampai di lokasi. Crane yang sebelumnya di rencanakan datang pada hari Jum’at minggu sebelumnya, baru datang kemarin (ada kendala di trasnportasi). Setelah mendapat konfirmasi tadi, kami (team dari PT. LISA) berangkat menuju Yogyakarta dengan menggunakan jalur darat.

Kami sampai di lokasi proyek sekitar jam 10 malam, dan saat itu, sudah ada 1 Arch Culvert yang terpasang. Pemasangan arch pertama terpaksa dilakukan tanpa kehadiran kami dari PT. LISA, karena pihak owner dan pengawas sudah siap di lokasi 1 jam sebelumnya, dan semuanya sudah menunggu pemasangan perdana tersebut.

Berdasarkan info dari pihak PT. Adhi Karya, pemasangan Arch Culvert pertama tadi memakan waktu sampai 3 jam. Maklum, karena mereka juga baru pertama kali ini memasangan produk precast, apalagi bukan produk precast biasa. Menilik bahwa PT. Adhi Karya adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang konstruksi, mereka sering melakukan “cast in site”, sehingga pasti akan sedikit kesulitan untuk pemasangan precast concrete product.

Sudah bukan hal yang ajaib, jika pemasangan produk pertama kali membutuhkan waktu yang lama, terbukti dengan pemasangan kedua (Precast Arch Culvert) membutuhkan waktu 2 jam (1 jam lebih cepat dari sebelumnya). Pemasangan produk kedua selesai sekitar jam 1.30 pagi ( 5 nov 2009 ).

Keesokan harinya, kecepatan pemasangan produk dari PT. Adhi Karya semakin meningkat. Produk ketiga dan keempat di ‘install’ dalam waktu masing-masing 1 jam. Sampai kami (team PT. LISA) meninggalkan lokasi proyek, masih 4 Arch Culvert yang terpasang.
DSC_0406

Precast half Arch Culvert sebagai percepatan proyek

Thursday, October 29th, 2009
Simulasi bentuk arch culvert ketika di install

Simulasi bentuk arch culvert ketika di install

Desain awal dari konsultan untuk Arch Culvert Kali Kuning di Bandara Adi Sucipto Yogya ini adalah cast in site. Jadi penulangan yang di gunakan adalah menyatu, dengan sistem join arch dengan pondasi menggunakan asumsi jepit penuh. Ketika terbentur dengan adanya percepatan proyek, penggunaan desain manual ini akan sedikit menyulitkan kontraktor pelaksana, karena mereka harus merakit besi, memasang bekisting lengkung (ini tidak mudah), dan masih banyak faktor lain yang membuat proyek ini sedikit lambat, karena sangat butuh ketelitian dan kerapian dalam pengerjaan.

Alternatif lain yang bisa diggunakan adalah menggunakan produk beton pracetak. Ada dua kemungkinan yang bisa di lakukan, yaitu menggunakan FULL PRECAST (semua arch culvert menggunakan precast), atau dengan menggunakan sistem half slab (1/2 ketebalan arch culvert menggunakan beton pracetak, sekaligus sebagai bekisting bawah). Setelah melalui kajian teknis antara Owner, Kontraktor dan Konsultan perencana, akhirnya sistem Half Slab yang digunakan untuk proyek ini.

Tidak ada sistem khusus di sini (perubahan dari full cast in site menjadi half slab), karena sistem dan asumsi perhitungan masih menggunakan desain cast in site, dengan sistem join di pondasi (antara arch culvert dan pondasi) menggunakan asumsi jepit-jepit.

Precast Arch Culert, bandara Adi Sucipto Yogyakarta

Thursday, October 29th, 2009

Satu lagi proyek yang sedang berjalan, dan di supply oleh PT. LISA adalah Arch Culvert. Proyek yang di menangkan oleh PT. Adhi Karya ini adalah membangun saluran berbentuk arch (lengkung) yang tujuannya mengalirkan aliran sungai KALI KUNING dari saluran (arch lama). Diatas saluran yang akan dibangun ini, rencananya akan dijadikan Taxi Way baru untuk keperluan bandara.

arch culvert lama bandara adi sucipto

arch culvert lama bandara adi sucipto

Berfungsi layaknya sebuah jembatan sekaligus saluran air, arch ini akan menerima beban yang tidak normal. Karena bukan beban kendaraan Kelas I, Kelas II, dll, melainkan akan menahan berat Pesawat Boeing 767-300 ER berisikan full penumpang. Menurut data yang kami terima, berat total pesawat B767-300 ER plus muatan terberat sekitar 172.8 ton.

Dalam foto diatas, terlihat arch culvert lama (berada di bawah taxiway lama dan landas pacu), dan genangan air tersebut adalah lokasi galian dimana arch culvert baru akan dipasang.

Non Reinforced Concrete Pipe, solusi pengganti buis beton?

Monday, April 13th, 2009

NRCP - Non reinforced Concrete Pipe
Di PT. LISA CONCRETE INDONESIA, non reinforced concrete pipe disebut sebagai NRCP. Mesin cetak pipa terbaru kami untuk NRCP, mempunyai spesifikasi yang hampir sama dengan RCP (untuk kekuatan), akan tetapi produk jadinya adalah sepanjang 2,5m. Ini akan lebih pendek daripada mesin kami yang digunakan untuk RCP.

Keunggulan dari pias yang lebih pendek adalah di berat sendiri. Jelas berat sendiri NRCP ini akan jauh lebh ringan dari RCP. Efeknya adalah sangat signifikan ketika proses pemasangan (instalasi) dilapangan. Bisa jadi, alat berat sudah tidak perlu lagi di gunakan, sehingga untuk lokasi yang ’sulit’ pemasangan NRCP masih bisa dilakukan dengan tenaga manusia,. dan tentu saja lebih murah!

Bagaimana dari segi kekuatannya?
Sebenarnya, NRCP ini juga bisa di desain sesuai dengan permintaan. Bisa untuk menahan beban berat, ataupun beban ringan. Akan tetapi, tentusaja bila di bandingkan ‘lek-lek an’ (barang yang sama persis) antara RCP dengan NRCP, tentu saja akan lebih kuat RCP (wong jelas ada besinya).

Trus aa hubungannya dengan judul diatas? NRCP sebagai pengganti buis beton?

Menilik dari kebiasaan di masyarakat (terutama kampung, atau perumahan yg ‘kurang’ memandang kualitas), pasti akan menggunakan buis beton. Karena jelas lebih murah. Prinsip yang digunakan pun sama. Sama-sama menggunakan dry concrete, dan juga dipadatkan. Akan tetapi, kualitas bahan baku (concrete) dan juga kekuatan tekanan (press) akan sangat jauh berbeda. Efeknya??? Jelas kekuatannya akan berbeda jauh. NRCP akan jauh lebih kuat!

So, menggunakan NRCP bukan hanya meningkatkan kapasitas layan dari pipa, akan tetapi juga akan meningkatkan volume layan, alias UMUR dari pipa tersebut.
Toh anda memasang pipa ini adalah untuk menyalurkan air, dan anda ingin selama mungkin saluran itu tetap berfungsi dengan baik. Seperti layaknya anda membeli TV SONY dengan TV merek abal2, keduanya akan memberikan hasil yang sama dalam kurun waktu yang pendek. Lama kelamaan??….

Kualitas menentukan BUNG!!
So,.. silahkan anda pikirkan, dan pilih,.. Membayar ’sedikit mahal’ di awal, atau membayar mahal untuk memperbaiki kerusakan dkemudian hari.

be wise,…

Cover saluran super LUX (over reinforced??)

Wednesday, February 25th, 2009

Dua hari kemaren, ada pesanan dari marketing kepadaku. “Tolong buatin cover dengan lebar 1,2m tebal 20 cm dan pias 0,5 m an. Tulangan utama D16, tulangan bagi D13″.

Busyet!!
Cover bentang 1,2m pakai besi D16.
“iki opo-opo annn!!”.
“iki di lewati opo pak!!”

Ternyata menurut info dari marketing, si pengawas lapangan minta tuk desain beban gandar 50 ton!.
“Ini kendaraan apa an,.. bisa gandar 50 Ton!!”

precast_cover_heavyAkan tetapi, buat apa aku ngeyel banget?
Si pembeli minta nya seperti itu, tinggal aku kasih gambar,.. keluar penawaran,.. dan toh akhirnya mereka (pembeli) mampu membayar. No problemo about overo designo!!

Tapi kalo mau nyelidiki dikit,.. berhubung cover ini digunakan untuk tutup saluran di area DERMAGA,.. sapa tau aja emang ada kendaraan ‘khusus’ yang emang beneran gandarnya 50 ton! Itu pun dengan asumsi bahwa kendaraan ‘khusus’ itu hanya hilir mudik di area DERMAGA,.. Soalnya kalo sampe dia keluar ke jalan umum,… pasti bikin geger!!. Karena jalan akan pada hancur,.. dan pasti deh ke jebur ke sungai (karena jembatannya ambrol)