Posts Tagged ‘Masih’

Precast half Arch Culvert sebagai percepatan proyek

Thursday, October 29th, 2009
Simulasi bentuk arch culvert ketika di install

Simulasi bentuk arch culvert ketika di install

Desain awal dari konsultan untuk Arch Culvert Kali Kuning di Bandara Adi Sucipto Yogya ini adalah cast in site. Jadi penulangan yang di gunakan adalah menyatu, dengan sistem join arch dengan pondasi menggunakan asumsi jepit penuh. Ketika terbentur dengan adanya percepatan proyek, penggunaan desain manual ini akan sedikit menyulitkan kontraktor pelaksana, karena mereka harus merakit besi, memasang bekisting lengkung (ini tidak mudah), dan masih banyak faktor lain yang membuat proyek ini sedikit lambat, karena sangat butuh ketelitian dan kerapian dalam pengerjaan.

Alternatif lain yang bisa diggunakan adalah menggunakan produk beton pracetak. Ada dua kemungkinan yang bisa di lakukan, yaitu menggunakan FULL PRECAST (semua arch culvert menggunakan precast), atau dengan menggunakan sistem half slab (1/2 ketebalan arch culvert menggunakan beton pracetak, sekaligus sebagai bekisting bawah). Setelah melalui kajian teknis antara Owner, Kontraktor dan Konsultan perencana, akhirnya sistem Half Slab yang digunakan untuk proyek ini.

Tidak ada sistem khusus di sini (perubahan dari full cast in site menjadi half slab), karena sistem dan asumsi perhitungan masih menggunakan desain cast in site, dengan sistem join di pondasi (antara arch culvert dan pondasi) menggunakan asumsi jepit-jepit.

Non Reinforced Concrete Pipe, solusi pengganti buis beton?

Monday, April 13th, 2009

NRCP - Non reinforced Concrete Pipe
Di PT. LISA CONCRETE INDONESIA, non reinforced concrete pipe disebut sebagai NRCP. Mesin cetak pipa terbaru kami untuk NRCP, mempunyai spesifikasi yang hampir sama dengan RCP (untuk kekuatan), akan tetapi produk jadinya adalah sepanjang 2,5m. Ini akan lebih pendek daripada mesin kami yang digunakan untuk RCP.

Keunggulan dari pias yang lebih pendek adalah di berat sendiri. Jelas berat sendiri NRCP ini akan jauh lebh ringan dari RCP. Efeknya adalah sangat signifikan ketika proses pemasangan (instalasi) dilapangan. Bisa jadi, alat berat sudah tidak perlu lagi di gunakan, sehingga untuk lokasi yang ’sulit’ pemasangan NRCP masih bisa dilakukan dengan tenaga manusia,. dan tentu saja lebih murah!

Bagaimana dari segi kekuatannya?
Sebenarnya, NRCP ini juga bisa di desain sesuai dengan permintaan. Bisa untuk menahan beban berat, ataupun beban ringan. Akan tetapi, tentusaja bila di bandingkan ‘lek-lek an’ (barang yang sama persis) antara RCP dengan NRCP, tentu saja akan lebih kuat RCP (wong jelas ada besinya).

Trus aa hubungannya dengan judul diatas? NRCP sebagai pengganti buis beton?

Menilik dari kebiasaan di masyarakat (terutama kampung, atau perumahan yg ‘kurang’ memandang kualitas), pasti akan menggunakan buis beton. Karena jelas lebih murah. Prinsip yang digunakan pun sama. Sama-sama menggunakan dry concrete, dan juga dipadatkan. Akan tetapi, kualitas bahan baku (concrete) dan juga kekuatan tekanan (press) akan sangat jauh berbeda. Efeknya??? Jelas kekuatannya akan berbeda jauh. NRCP akan jauh lebih kuat!

So, menggunakan NRCP bukan hanya meningkatkan kapasitas layan dari pipa, akan tetapi juga akan meningkatkan volume layan, alias UMUR dari pipa tersebut.
Toh anda memasang pipa ini adalah untuk menyalurkan air, dan anda ingin selama mungkin saluran itu tetap berfungsi dengan baik. Seperti layaknya anda membeli TV SONY dengan TV merek abal2, keduanya akan memberikan hasil yang sama dalam kurun waktu yang pendek. Lama kelamaan??….

Kualitas menentukan BUNG!!
So,.. silahkan anda pikirkan, dan pilih,.. Membayar ’sedikit mahal’ di awal, atau membayar mahal untuk memperbaiki kerusakan dkemudian hari.

be wise,…